Kami siap melayani pembelian jenis bibit tanaman kehutanan seperti mindi, gmelina, jati, sengon, treambesi, dan lainnya. Anda dapat langsung menghubungi sekretariat LMDH Sumber Makmur Desa Sumberanyar Kec. Banyuputih Kab. Situbondo ataupun kontak langsung ke HP 085236822242 (Muhammad Bakri-Ketua LMDH)

rss

SEBAGAI BENTUK TANGGUNG JAWAB KEHAMBAAN KAMI SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI, KAMI BULATKAN TEKAD UNTUK WUJUDKAN KEHARMONISAN INTERAKSI ALAM DAN MANUSIA MENUJU BALDATUN TOYYIBAH WA ROBBUN GHAFUR GEMAH RIPAH LOHJINAWI TOTO TENTREM KERTO RAHARJO

Seputar Buah Naga

Tanaman satu ini belakangan makin digemari. Konon, buahnya punya khasiat menyembuhkan banyak penyakit. Selain itu, penampilannya tak kalah menawan dibanding tanaman hias. Namanya belakangan jadi buah bibir. Kenapa? Penampilannya, jelas memang menarik. Bulat mengerucut dengan batang segitiga yang tak lazim. Biasanya, segi empat atau malah banyak segi. Tubuhnya dihiasi duri, meski pendek dan tidak mencolok. Sepintas, mirip kaktus. Bobot tubuhnya lumayan, per buah mencapai setengah kilo.

Di mal atau supermarket, ia biasa dijual sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilo. Rasanya manis segar, sedikit asam. Ada pula yang mengaitkannya dengan mitos, katanya ia mampu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Akhir-akhir ini, ia juga mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbuah yang ditanam di pot.

Namanya buah Naga. Mungkin ada yang masih asing. Maklum, di samping relatif baru di Indonesia, yakni sekitar awal 2000-an, belum banyak orang yang mengusahakannya. Buah Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung naga di altar. Oleh karena itu orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam istiiah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal dengan nama BUM NAGA Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian utara ( Colombia ). Pada awalnya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina ( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.
Tanaman ini juga disebut night blooming cereus. Ia berbunga hanya semalam (one night only). Saat panjang sekitar 30 cm, kuncup bunga biasanya akan membuka. Sekitar pukul 9 malam, mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem tampak mekar. Di tengah malam, pukul 00.00, mahkota bagian dalam yang putih dan benangsari kuning akan bermekaran dan memancarkan aroma harum. Bau ini biasanya mengundang datangnya kelelawar, yang ternyata punya "tugas" menyerbuki bunganya. Dari bunga lalu jadilah buah. Bulat mengerucut, berkulit tebal 2-3 cm, dan, ini yang khas, di permukaan kulit buah terdapat "jambul-jambul" 1-2 cm.

Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah :
1. Penyeimbang kadar gula
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus

CARA BUDIDAYA BUAH NAGA


1. Persyaratan Tumbuh Tanam
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 - 500 m diatas permukaan iaut
Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 - 7
Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan

2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman
Sebulan sebelum tanam, terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 - 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 - 10 kg dicampur dengan tanah

3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 - 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.

4. Pemeliharaan
Pengairan
Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 - 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan

Pemupukan
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 - 10 Kg.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman

Pemangkasan

Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.

5. Panen
Setelah tanaman umur 1,5 - 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri - ciri warna kulit merah
mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 - 650 gram


Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 - 20 tahun

KESALAHAN DALAM BUDIDAYA BUAH NAGA

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan umum yang banyak terjadi dalam budidaya buah naga terutama oleh para pemula, kesalahan-kesalahan tersebut ada yang berakibat fatal dan ada juga yang hanya mengakibatkan pertumbuhan tanaman buah naga menjadi sangat lambat dan tidak pernah berbunga dan menjadi buah :

1. Penanaman akar terlalu dalam
Kesalahan inilah yang paling banyak dilakukan yang mengakibatkan kesehatan dan pertumbuhan akar menjadi terganggu. Didalam beberapa buku tentang penanaman buah naga banyak disebutkan "lubang tanam" yang menimbulkan pengertian bahwa penanaman buah naga harus menggunakan lubang yang digali dalam. Yang benar adalah kedalam akar sebaiknya maksimal 20 cm saja dalam tanah. Sebaiknya penanaman hanya dengan ditekan sedikit saja dalam media, atau diletakkan saja kemudian ditimbun sedikit media atau pupuk.

2. Terlalu sering melakukan penyiraman
Perlu diketahui bahwa tanaman buah naga termasuk jenis kaktus, tanaman ini tahan dengan kekeringan tetapi tidak dengan air yang menggenang. Karena kondisi tanah berbeda-beda masing-masing daerah, saya tidak berani memberikan patokan waktu penyiraman. Penyiraman juga tergantung curah hujan dan ketinggian tanah yang tentu berbeda penanganannya. Perlu diketahui, pada waktu musim berbuah tanaman buah naga membutuhkan lebih banyak air karena buahnya sendiri mengandung kadar air yang sangat tinggi mencapai 90%, karena itulah penyiraman harus lebih sering dilakukan pada masa pertumbuhan buah.

3. Media tanam terlalu padat
Media tanam yang terlalu padat akan menyebabkan pertumbuhan akar terganggu, padahal akar merupakan faktor penting untuk menyerap unsur hara dalam tanah. Jika anda memakai komposisi media tanam dengan tanah yang lebih banyak, sebaiknya media tanam digemburkan kembali minimal 6 bulan sekali. Media yang padat juga akan lebih lama menahan air dan bisa mengakibatkan kebusukan akar dan batang. Gunakan media tanam menggunakan bahan yang tidak lama menyimpan air. Media tanam yang padat bisa mengakibatkan tanaman anda tumbuh lambat/kerdil dan tidak berbuah pada musimnya.

4. Tidak dilakukan pemangkasan
Hal ini sering terjadi terutama pada tanaman buah naga yang ada ditanam di halaman atau pekarangan rumah. Sulur dibiarkan tumbuh memanjang dan dirambatkan sekenanya pada tembok dan tanaman lain. Pemangkasan wajib dilakukan pada tanaman buah naga untuk menghentikan munculnya tunas baru dan nutrisi bisa difokuskan dalam pembentukan bunga dan buah. Memang, meskipun tidak dipangkas, tetap bisa muncul buah tetapi tentu saja jumlahnya sedikit sekali.

5. Tidak mendapat sinar matahari secara penuh.
Dalam budidaya buah naga, sinar matahari mutlak dibutuhkan. Jika lahan anda terhalang oleh bangunan, tembok, atau pohon besar, sebaiknya urungkan untuk menanam buah naga. Tanaman buah naga merupakan tanaman panas yang sangat membutuhkan sinar matahari yang cukup, bahkan kondisi tanah yang tandus sekalipun selama sinar matahari tercukupi, maka buah naga bisa dibudidayakan di tempat tersebut. Penanaman di halaman atau pekarangan rumah juga banyak terjadi tanaman buah naga dirambatkan pada tembok atau tanaman besar lain yang menaungi/menutupi dari sinar matahari, tentu saja tanaman buah naganya tidak bisa tumbuh dengan baik.

6. Penanganan terlambat jika muncul hama dan penyakit
Penyakit busuk batang adalah penyakit paling sering dialami oleh para pemilik tanaman buah naga, kebanyakan mereka merasa ragu untuk memotong dan membuang batang yang sudah busuk berwarna kuning kecoklatan. Batang yang sudah busuk tidak akan bisa kembali sehat dan hijau lagi. Penanganan terbaik adalah langsung memotong batang yang busuk kemudian membakarnya atau ditimbun dalam tanah. Lahan juga harus dijaga kebersihan dan kelembabannya, jangan biarkan air menggenang terlalu lama yang bisa mengundang datangnya jamur yang bisa merusak tanaman buah naga. Cara ini lebih baik daripada anda mencoba banyak obat yang belum tentu cocok, sementara penyakit ini sangat cepat menyebar. Jika ada muncul busuk sedikit saja, sebaiknya langsung dipotong. Begitu juga jika ada gangguan dan hama lainnya, harus cepat ditangani.


BENTUK TIANG / PENOPANG BUAH NAGA

Buah naga termasuk tanaman merambat sehingga membutuhkan penopang/panjatan/tiang untuk menopang tanaman buah naga. Tiang/penopang panjatan harus kuat dan mampu bertahan selama beberapa tahun karena usia tanaman buah naga yang panjang.

Jenis/bentuk/Model/tipe Panjatan/tiang/penopang Tanaman Buah Naga dalam penanaman buah naga ada dua macam bentuk/model, yaitu bentuk/tipe tunggal dan model kelompok/pagar. Berikut ini penjelasannya :

TIANG PANJATAN BENTUK TUNGGAL/SINGLE

(1)

Tiang panjatan bentuk tunggal bisa menggunakan beton dan panjatan/penopang hidup/batang tanaman yang hidup. Kedua jenis panjatan ini digunakan untukpanjatan/penopang sebanyak empat tanaman buah naga yang berproduksi dengan produktivitas rata-rata 3 kg per tanaman.

panjatan/penopang/tiang yang umum digunakan adalah panjatan tiang beton segi empat berukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 – 2,5 m, bentuk lain dibuat bulat ataupun segitiga. Penggunaan tiang beton lebih baik karena kuat dan tahan lama menahan beratnya tanaman. Kelemahan dari penggunaan tiang dari beton adalah percabangan tanaman dibagian dalam menjadi tidak produktif karena batang buah naga berbentuk segitiga dan bagian yang menempel/ternaungi tidak menghasilkan bunga dan buah.

panjatan/penopang/tiang beton ini ditancapkan ditanah dengan cara dicor dengan kedalaman sekitar 30 – 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga tanaman. Pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar berdiameter sekitar 50 – 60 cm berbentuk seperti stir mobil. Besi lingkaran ini berfungsi sebagai tempat menopang cabang dan anak cabang/tunas. Apabila besi beton dirasa terlalu mahal, bisa menggunakan ban sepeda motor atu bisa juga para-para dari kayu yang dibentuk menyilang.

Alternatif lain selain menggunakan tiang beton, bisa menggunakanpanjatan/penopang/tiang hidup. Artinya,panjatan/penopang/tiang berupa tanaman hidup yang memiliki perakaran cukup dalam minimal 30 cm dan tanaman tersebut harus tahan pemangkasan berat karena buah naga harus terkena sinar matahari langsung agar bisa berproduksi dengan maksimal. Karena itulah harus sering dilakukan pemangkasan daun apabila sudah menutupi batang dan cabang buah naga. panjatan/penopang/tiang hidup harus memiliki tinggi minimal 2 meter dan memiliki diameter minimal 10 cm karena kalau diameter lebih kecil dikhawatirkan tidak kuat menopang tanaman buah naga yang berat. Penggunaan tiang jenis ini lebih hemat biaya daripada tiang beton meskipun tidak sekuat dan tahan lama seperti tiang dari beton.

(2)
Tiang Panjatan Bentuk Kelompok (Double Rowing)
Pada postingan yang lalu,saya mengulas mengenai Jenis/bentuk/Model/tipe Panjatan/tiang/penopang Tanaman Buah Naga tipe tunggal atau single,Nah saat ini saya akan menjelaskan mengenai Jenis/bentuk/Model/tipe Panjatan/tiang/penopang Tanaman Buah Naga kelompok atau biasa disebut double rowing.Pada sistem double rowing,memiliki keistimewaan dapat menampung banyak pohon buah naga.Jenis/bentuk/Model/tipe Panjatan/tiang/penopang Tanaman Buah Naga Kelompok (Double Rowing) ini mirip dengan tiang untuk menjemur pakaian. Dua buah tiang dihubungkan dengan kawat tebal penyangga batang tanaman buah naga dengan jarak antar tiang 4 meter. Tiang terbuat dari semen cor berukuran minimal 10 x 10 cm tinggi 2-2,5 meter termasuk bagian yang terpendam didalam tanah 30 – 50 cm. Pada tiang cor ini diberi pengait sebagai tempat ikatan kawat yang menghubungkan dua tiang yang berfungsi sebagai pengikat batang pokok tanaman buah naga.Jarak antar kawat pengikat batang 50 cm dan 100 cm dari permukaan tanah.Tiang/panjatan sebaiknya diberi penguat agar tidak miring nantinya ketika menopang beratnya sulur buah naga. Pada ujung tiang/panjatan dipasang besi beton berukuran 8 inci melintang sepanjang 50 – 60 cm.Agar lebih efektif dan efisien

Sistem panjatan double rowing ini dengan panjang 4 meter dapat menampung 20 – 26 tanaman buah naga, dibagi sama pada sisi kiri dan kanan. Misal 20 tanaman maka penataannya 10 di sisi kiri dan 10 di sisi kanan. Jarak tanam antar baris 30 cm dan antar tanaman buah naga dalam baris juga 30 cm. Dengan penataan seperti itu akan membuat jumlah cahaya diterima dan jumlah sulur yang bertumpuk bisa merata dan seimbang.Sulur yang menghadap cahaya lebih mudah berbuah dan menghasilkan buah 80% kelas A atau kelas paling bagus.

PENYEBAB DAN CARA MENGATASI PENYAKIT PADA BUAH NAGA


Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman buah naga terserang harus segera diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini Cara mengatasi/menanggulangi/menghilangkan Penyakit Buah Naga
Busuk Pangkal Batang buah naga
Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali.Cara mengatasi/menanggulangi/menghilangkan/mengobati Penyakit pada Buah Naga Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang buah naga dan diutamakan pada pangkal batang buah naga yang terserang.
Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang buah naga pada tanaman buah naga yang berumur 30 hari pada awal penanaman buah naga.

Busuk Bakteri
Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman buah naga yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp. Cara mengatasi/menanggulangi/menghilangkan/mengobati Penyakit pada Buah Naga
dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam buah naga diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit buah naga baru.

Fusarium
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman buah naga berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Cara mengatasi/menanggulangi/menghilangkan/mengobati Penyakit pada Buah Naga
dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang buah naga.


KHASIAT BUAH NAGA MENURUT MEDIS

(1)

"Tak kenal maka tak sayang",Jika anda tidak tahu manfaat/khasiat dan kegunaan tanaman dari jeni kaktus ini,anda tidak akan sayang,apalagi untuk mencoba membudidayakan buah naga ini.Oke..lah kalo begitu kita simak sejenak manfaat/khasiat/kegunaan buah naga bagi kesehatan,berdasarkan medis dan penelitian.

Kaktus/buah naga walaupun lebih populer sebagai tanaman hias,tetapi kaktus/buah naga juga mempunyai manfaat se-bagai tanaman obat, bahkan po-tensinya sebagai tanaman obatcukup besar. Hal ini perlu digalilebih jauh lagi tentang manfaatnya sebagai bahan obat alami.Sejak abad ke 19, tanaman kaktus/buah nagatelah dipelajari para ilmuwan karena mempunyai kandungan bahan aktif alkaloid, berupa ß-phenylethylaminedan tetraisoquinoline. Sampai saat ini lebih dari60 senyawa dalam tanaman kaktus/buah naga yang sudah diisolasi antaralain adalah anhalonine, hordenine,mescaline, N-acetylmescaline, pellontine, tyramine.Senyawa hordenine dan tyramine mempunyai khasiat sebagai anti mikroba yang dapat mencegah berbagai jenis penyakit seperti arthritis, influen-za, infeksi, diabetes, sakit telinga,sakit mata, rematik, gigitan binatang berbisa dan sebagainya. Beberapa jenis kaktus/buah naga yang lain dikenal sebagai tanaman obat adalah dari jenis prickly pearcactusyang terdiri dari beberapa spesies

seperti Opuntia dillenii, Opuntia engelinanii,Opuntiaficus indica,Opuntia playachatha, dan Opuntia santa-rita. Jenis kaktus/buah naga yang dikenal saat ini adalah buah naga(dragon fruit) yang termasuk dalam genus Helocereus dan Seleniereus. Tananam ini mempunyai

khasiat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol serta untuk mencegah kanker usus, penguat sukulen, dikotiledon dan perennialtermasuk familiCactaceae dengan 3 jenis sub famili yaitu Pereskioideae,Opuntioideae dan Cactoideae serta fungsi ginjal dan tulang, pelindung kesehatan mulut,pencegahan dendaranhan dan gejalan keputihan,penguat,daya kerja otak dan meningkatkan ketajaman mata.

Nah,biar lebih penasaran mengenai apa saja sich manfaat buah naga,selalu kunjungi blog ini untuk mengetahui manfaat/khasiat/kegunaan dari buah naga ini,pada postingan selanjutnya.

(2)

Tanaman kaktus/buah naga telah lama dipelajari oleh para ilmuwan karena mempunyai kandungan alkaloid, seperti pada jenis Lophophora williams ii Lem.yang banyak mengandung mescalin. Saatini telah ditemukan lebih dari 60senyawa dalam spesies Peyote cactusini.Itulah sebabnya kaktus/buah naga ini disebut “A little green chemicalfactory”.Sebagian besar dari alkaloid tanaman kaktus/buah naga adalah ßphenylethylamine dan Simple tetraisoquimoline. Alkaloid yang telah diisolasi diantaranya adalah anhalonine, hordenine,mescalinem Nacetyl mescaline, Nmethylmescaline, pellotine,salsolinedantyramine.Spesies L. williamsii adalah spesies kaktus/buah naga yang sangat dikenal karena mengandung mescaline yaitual kaloidmbersifatmnarkotikmyangdapat memberikan efek halusinasi. Kaktus/buah naga jenis initelah digunakan secara tradisional ribuan tahun lamanya oleh suku Indian di Amerika Utara dan Amerika Selatan untuk acara keagamaan.Biosintesis alkaloid tanaman kaktus/aga telah dipelajari pada spesies L.williams. Biosintesis mescaline di mulaidari hidroksilasityrosine,lalu mengalami dekarboksilasi,danhasil akhir beberapa kali metilasi menghasilkan mescaline.

Meskipun tanaman kaktus/buah naga selama ini banyak dikenal sebagai tanaman hias, kaktus/buah naga juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan industri pewarna, pakan ternak dan

bahan obat obatan.Alkaloidtanaman kaktus/buah naga banyak mengandung ßphenylethylamine dan tetraisoquinoline.Sampaisaatini,banyak penelitian yang dilakukan terhadap tanaman kaktus/buah naga ditekankan pada mengetahui kandungan metabolit sekundernya yang berfungsi sebagai biofarmaka. Di Indonesia, budidaya kaktus/buah naga masih terfokus untuk tanaman hias, belum dikembangkan menjadi suatu industriyang menguntungkan, seperti industri pewarna danobat obatan. Dalam tulisan ini akan diuraikan kandungan kimia dan potensikaktus/buah naga sebagai tanaman obat.

Kandungan kimia

Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan metabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut,tetapi biasanya mempunyai fungsi yang unik misalnya untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya, atau untuk memikat serangga dalam menyebarkan benih. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman adalah alkaloid,terpenoid, isoprenoid, flavonoid.cyanogenic glucoside,glucosinolate dan nonprotein aminoacid.Alka loidmerupakanmetabolit sekunder yang paling banyak diproduksi tanaman.Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik.Umumnya alkaloid diproduksi oleh tanaman,walaupun dapat ditemukan pada jamur. Nenek moyang kitatelah lama memanfaatkan alkaloid dari tanaman sebagai obat.

Pada postingan selanjutnya anda akan mengetahui lebih banyak mengenai khasiat/manfaat/kegunaan buah naga.Semoga bermanfaat.

(3)

Suku Indian di Amerikasejakda hulu kala telah mengkonsumsi tanaman kaktus/buah naga L. williamsii untu mencegah infeksi, obatinfluenza,arthritis, diabetes, obat telinga, obat gigitan ular dan kalajengking. Hordonine dan tyramine dari tanaman kaktus/buah naga ini mempunyai khasiat sebagai anti mikroba. Selain itu, spesies lain dari Lophophora yaitu LophophoraschottiiLem,batangnya dijadikan obat untuk menyembuhkan kanker dan diabetes.Jenis tanaman kaktus/buah naga lainnya yang dikenal sebagai tanaman obat adalah prickly pear cactus. Prichlypear cactus ini terdiri dari beberapa spesies seperti Opuntia dillenii Haw(Raquette prickly pear),Opuntiaengelinanii Auct(Engelmannprickly pear), Opuntia ficusindicaAuct (Indian tig opuntia) (Sicilian prickly pear),Opuntia playachathaHaw (plains prickly pear) danOpuntia santa rita Haw (Santa rita prickly pear). Hasil penelitian pada Journal of American Medical

Association bahwa prickly pear cactus dapat menyembukan penyakit“hangover” yaitu perasaan sakit pada saat bangun pagi.digunakan untuk mengobati rematik dan gangguan pencernaan.Dicampur dengan tumbuhan walangsinga (Amomum walang Val.) dapat digunakan sebagaiobat TBC. Selain untuk mengatasipenyakit amandel, influenza, dan radang saluran pernafasan, tanaman kaktus/buah naga ini jugadi pakaisebagaiobatanti batuk, penurun panas, penetral

racun (antitoksis) dan menghilangkan rasa sakit (analgetik) serta mengobati penyakit tumor.O. ficusindica, dipakai untuk mengobati rematik,asma,diare,obatmata, obat jerawat, dan obat karena gigitanular.

Hasil penelitian dari beberapa ilmuwan melaporkan bahwa,O.ficusindica mengadung 8 flavonoid yaitu kaemferol, quercetin, kaemfero 3methyl ether, quercetin 3methylether, narcissin,aromadendri, taxifolin dan eriodictyol. Selain itu dikatakan bahwa jus buah O. ficusindica mengandung ascorbic acid,total polyphenol dan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan. Sari buah tanaman kaktus/buah naga Opuntia dapat digunaka nsebagai salep atau pelembab untuk mengobati lukabakar dan tersengat panas matahari. Spesies lain yakni Opuntia Cylindropuntia Haw digunakan untuk mengatasi penyakit arthritis (radang senditulang)dandiare.Jenis kaktus/buah naga yang saat ini sudah

dikenal di Indonesia adalah buahnaga (dragonfruit),termasukdalamgenus Hylocereusdan Celenicereus.Buahnya dapat menurunkan kadargula darah dan kolesterol, selain ituuntuk mencegah kanker usus, penguat fungsi ginjal dan tulang, pelindung kesehatan mulut, pencegahpendarahan dan gejala keputihan,menguat daya kerja otak dan meningkatkan ketajaman mata.


(Dihimpun dari berbagai sumber)

Kedawung dan Manfaatnya Sebagai Pengawet Pangan

Pada beberapa dekade ini, masyarakat Indonesia telah dihadapkan oleh kebusukan atau penurunan mutu bahan pangan terutama bahan pangan yang memiliki kandungan air den nutrisi yang cukup tinggi. Pengawet pangan digunakan untuk mencegah atau mengurangi kerusakan kimiawi dan biologi pangan. Pengawet untuk mencegah kerusakan biologi yang disebabkan mikroba disebut antimikroba. Penelitian-penelitian antimikroba telah banyak dilakukan terutama dari berbagai jenis tanaman rempah-rempah. Namun para ilmuwan terus berusaha untuk mencari sumber antimikroba baru, terutama yang mudah tumbuh di Indonesia. Tumbuhan yang digunakan untuk obat tradisional dapat dijadikan alternatif pencarian zat antimikroba, karena pada umumnya memiliki senyawa aktif yang sangat berperan dalam bidang kesehatan. Kedawung (Parka roxburghii G. Don) merupakan jenis tumbuhan obat yang langka, yang meskipun telah lama dimanfaatkan khasiat bijinya tetapi masih belum banyak diteliti aspek-aspek ekologi, biologi, serta aspek-aspek lainnya. Daun kedawung dimanfaatkan sebagai obat infeksi kulit dengan cara menempelkannya pada bagian yang sakit, selain itu juga dimanfaatkan untuk obat diare, eksim dan cacingan. Daun yang direndam dalam air dapat menyembuhkan infeksi pada mata. Kulit batang dapat digunakan sebagai obat kumur, obat disentri dan diare. Akar dan biji kedawung yang telah difermentasi terutama dimanfaatkan sebagai obat disentri. Biji yang direndam dalam air dapat dgunakan sebagai obat sakit telinga. Selain itu biji juga berguna sehagai obat infeksi kulit, cacingan dan sakit perut. Selain itu, biji kedawung termasuk sepuluh besar bahan yang paling banyak digunakan dalam pembuatan jamu di Indonesia. Pada tahun 2000, permintaan kedawung diperkirakan mencapai 180.000 kg. Permintaan ini masih terbatas pada bijinya sedangkan bagian lain dari kedawung masih sedkit dimanfaatkan, terbatas pada kayu batangnya.
Beberapa penelitian telah dilakukan dengan tujuan menambah informasi ilmiah mengenai potensi antimikroba kedawung terutama kemungkinan aplikasinya di bidang pangan dan pengobatan. Aktivitas antimikroba kedawung diujikan terhadap bakteri patogen yaitu bakteri Gram negatif Escherichia coli dan Vibrio cholerae, serta bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus. Dari penelitian ini diketahui bahwa kulit batang kedawung memiliki aktivitas antimikroba yang paling tinggi dibandingkan daun dan kulit akar, dengan perbandingan 1 : 2 terhadap air. Aktivitas antimikroba ekstrak kulit batang tidak rusak oleh pemanasan pada saat sterilisasi. Kulit batang kedawung dengan konsentrasi 10,70 mg/ml (5%) telah menghambat pertumbuhan S. aureus dan V. cholerae. Ekstrak kulit batang dengan konsentrasi 21,40 mg/ml (10%) bersifat bakteristatik (hanya menghambat pertumbuhan bakteri).

Manfaat Biji Kemiri

Kandungan kimia yang terdapat dalam kemiri adalah gliserida, asam linoleat, palmitat, stearat, miristat, asam minyak, protein, vitamin B1, dan zat lemak. Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah biji, kulit, dan daun. Khasiat yang cukup dikenal masyarakat dari buah kemiri adalah memperkuat dan menyuburkan rambut. Untuk menyuburkan rambut, enam biji kemiri ditumbuk halus lalu ditambah air secukupnya dan dimasak hingga mengeluarkan minyak.

Minyak tersebut digosokkan pada kulit kepala, tiga kali seminggu. Bisa juga dengan ramuan 10 gram kemiri, enam lembar daun mangkokan, dua lembar daun pandan wangi, enam lembar daun urang aring, 50 cc minyak kelapa, 50 cc minyak wijen, dua kuntum bunga mawar, 14 kuntum bunga melati direbus dengan 2.000 cc air hingga tersisa 1.000 cc. Kemudian rebusan disaring dan dioleskan ke kulit kepala setelah dingin sambil dipijat. Lakukan dua kali sehari.

Untuk mengatasi rambut rontok, 40 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, 20 gram daun mangkokan, dan 20 gram daun waru muda dihaluskan. Kemudian tambahkan 50 cc minyak kemiri hangat. Diaduk, lalu dioleskan pada kulit rambut hingga rata, diamkan beberapa saat lalu rambut dicuci hingga bersih.

Mengatasi sariawan, getah dari kulit batang kemiri ditambah santan kelapa secukupnya ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk sakit gigi, getah daun kemiri beberapa tetes dilumaskan pada gigi yang sakit.

Obat buang air besar yang berdarah, 20 gram kulit batang kemiri direus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat. Obat disentri, 10 gram kulit batang kemiri direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat sebanyak dua kali sehari.

Mengatasi diare, 20 gram kulit batang kemiri segar ditumbuk hingga halus lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Rebusan kemudian disaring dan diminum sebanyak 150 cc, lakukan dua kali sehari.

Sumber: http://victor-health.blogspot.com

Pengaruh Hutan dan Manusia Terhadap Pemanasan Global

Pemanasan global sering kita kenal dengan sebutan Global Warming adalah suatu proses yang ditandai dengan meningkatnya suhu di bumi baik di daratan maupun di lautan yang disebabkan oleh beberapa hal yang ada hubungannya dengan lingkungan. Pemanasan global ini bisa mengakibatkan dampak yang luas dan bagi lingkungan khususnya di Bumi, seperti mencairnya es di kutub yang bisa menyebabkan naiknya permukaan air laut, perluasan daerah gurun pasir yang menyebabkan suhu Bumi semakin panas, peningkatan volume hujan yang menjadi penyebab utama bencana banjir, perubahan iklim yang seiring berjalannya waktu semakin tidak bisa di tebak, punahnya flora dan fauna tertentu yang disertai dengan aktifitas migrasi fauna, dan lain-lain. Sedangkan dampak bagi aktivitas kehidupan masyarakat meliputi gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir, gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, gangguan terhadap permukiman penduduk, penurunan produksi lahan pertanian, peningkatan resiko wabah penyakit yang akan diderita oleh masyarakat, dan masih banyak lagi.

Dalam artikel ini yang lebih akan saya bahas adalah pada eksistensi hutan di Indonesia yang mana semakin lama semakin sempit wilayahnya. Hutan pada umumnya merupakan kawasan yang paling penting untuk di jaga kelestariannya karena hutan adalah pendukung kehidupan di bumi dalam perannya sebagai penjaga lingkungan, produsen oksigen yang di hirup oleh manusia, sebaga tempat hidupnya flora dan fauna, dan lain sebagainya. Namun jika kita lihat fenomena yang ada di negara Indonesia ini para penduduk yang seharusnya menjaga fungsi-fungsi hutan yang mereka miliki tetapi justru mereka tidak menerapkan fungsi-fungsi hutan dan lebih mementingkan ego masing-masing untuk tetap bertahan hidup. Misalnya saja :

1. Pemakaian Tisu sebagai pengganti sapu tangan

Pemakaian tisu dalam kehidupan modern seperti sekarang ini. Kehidupan modern banyak mengubah kebiasaan-kebiasaan yang belum pernah ada kemudian menjadi ada di kemajuan perkembanmgan zaman dan manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu penyebabnya, dimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempermudah, mempercepat, dan memperingan banyak pekerjaan manusia. Walaupun demikian adanya, masih banyak juga orang yang tidak mau mengakui dan menyadari bahwa pola kehidupan modern sekarang sangat memengaruhi lingkungan terutama kelestarian hutan. Pemakaian tisu di kota-kota besar Indonesia adalah hal yang biasa kita jumpai terlebih-lebih para remaja sekolah dan mulai meninggalkan untuk menggunakan saputangan karena anggapan para remaja bahwa sapu tangan itu hanya digunakan oleh orang tua. Penggunaan tisu tersebut bmungkin telah menjadi ciri budaya kehidupan modern remaja sekarang ini. Hal itu terlihat pada kepraktisan penggunaanya, hampir setiap remaja menggunakan tisu baik itu untuk membersikan hidung dari kotoran terkena flu, mengelap muka dari keringat, aktifitas di kamar mandi, sampai dengan hanya untuk mengelap mulut setelah makan saja memakai tisu. Semua hal tersebut dilakukan dengan sangat sederhana sekali, yaitu ambil, lap lalu dibuang setelah tisu-nya kotor. Apabila masih belum juga merasa bersih, ambil lagi, lap, lalu buang, bahkan berulang-ulang mereka melakukannya.
Sebenarnya budaya tersebut adalah upaya untuk merusak lingkungan karena tisu dibuat dari bubur kertas. Dimana bahan dasar bubur kertas tersebut berasal dari batang pohon akasia yang diproses secara kimia. Untuk membuat tisu, produsen harus membuat perkebunan akasia lalu setelah pohon tersebut besar maka dilakukan penebangan untuk mendapatkan kayunya. Hal tersebut berarti proses penggundulan hutan yang bisa menyebabkan bencana alam, bahkan menyebabkan luas hutan alam semakin menyusut karena digantikan oleh hutan akasia untuk pemenuhan kebutuhan akan tisu.
Hal yang hampir sama dengan hal tersebut adalah pola kunsumsi masyarakat dengan pembungkus yang terbuat dari bahan dasar kertas seperti makanan yang mereka beli di KFC, Mc Donald, serta pakaian yang mereka beli di mall-mall.

2. Pola penebangan pohon yang sembarangan

Demi mengumpulkan kekayaanya dan tuntutan ekonomi yang kian ke depan semakin mendesak, pola pikir yang menggunakan otak yang sehat tidak lagi digunakan oleh manusia demi memenuhi kebutuhannya bahkan mereka tidak memperdulikan lagi hal yang akan terjadi setelah mereka melakukan suatu hal yang bisa merusak alam. Tebang pilih tanam adalah suatu prinsip yang harus dipegang demi kelangsungan hutan dalam menjalankan fungsinya, tetapi pada kenyataan sekarang ini manusia kian serakah saja, yang mana mereka tidak lagi menerapkan tebang pilih tanam demi pemenuhan kebutuhan mereka dan hanya merepapkan Tebang saja. Tebang disini dilakukan seenak mereka sendiri tanpa memikirkan berapakah umur pohon yang sudah layak untuk di tebang dan mereka juga tidak menanam lagi tanaman pengganti setelah pohon tersebut di tebang. Akibatnya adalah proses penggundulan hutan yang terjadi di mana-mana yang bisa menyebabkan bencana alam dan kerusakan lingkungan.
Selain kedua hal yang sudah saya parpakan diatas sebenarnya masih banyak lagi hal yang dapat merusak keberadaan hutan. Dari kedua fenomena diatas yang dibutuhkan untuk kelancaran lestarinya hutan adalah pola pikir manusia yang seharusnya memiliki pola pikir jangka panjang disertai dengan solusi apabila terjadi kegagalan ataupun untuk tetap melestarikan hutan. Di samping itu juga budaya pelabelan seperti apa yang saya paparkan pada kasus yang pertama adalah budaya bodoh yang berkembang di kehidupan generasi muda saat ini karena pada dasarnya antara tisu dengan sapu tangan memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membersihkan, dengan keadaan bumi sekarang ini sebaiknya generasi muda meninggalkan budaya tersebut dan lebih memikirkan secara matang apa yang akan mereka pakai demi kelangsungan hutan.

Hutan dan Pemanasan Global

Menjelang diselenggarakannya Conference of Parties Ke-13 United Nations Framework Convention on Climate Change, 3-14 Desember 2007 di Denpasar, Bali, kampanye berita kerusakan hutan terus meningkat. Rusaknya hutan diklaim seakan sebagai penyebab utama pemanasan global. Selalu diberitakan kebakaran hutan dan gambut yang ikut meningkatkan tinggi muka laut akibat naiknya suhu udara dan melelehnya es di Green- land dan Antartika.

Ada yang tidak adil dalam kasus ini. Kemampuan serap alami hutan terhadap kandungan karbon di udara dan pengendalian kenaikan suhu ataupun peredaman gas rumah kaca (GRK) hampir tidak ditonjolkan. Peran hutan yang sebenarnya diandalkan untuk menetralisasi buangan karbon dari negara industri maju seakan disembunyikan.

Yang muncul justru sikap negara maju yang terus menyalahkan negara berkembang, khususnya Indonesia, karena dianggap lalai menjaga kelestarian hutannya. Bahkan tekanan dan hambatan dalam ekspor hasil-hasil hutan juga dihubungkan dengan meningkatnya pemanasan global tersebut yang notabene mayoritas dibuat oleh mereka sendiri.

Bila dicermati, penyebab utama terjadinya kejenuhan emisi karbon itu ternyata ada empat. Satu, kelistrikan yang menyumbang 42 persen; dua, transportasi menyumbang 24 persen; tiga, industri menyumbang sebesar 20 persen; dan sisanya empat, kependudukan serta penggunaan barang-barang komersial menyumbang 14 persen bagi emisi global. Hutan yang rusak sekalipun bukan penyebab utama emisi karbon.

Kerusakan hutan Indonesia

Permasalahannya, sebagian terbesar hutan dunia kini dinilai telah rusak. Meskipun negara maju di Eropa dan Amerika Serikat sebagai pengemisi karbon terbesar dunia justru telah lama kehilangan hutannya, mata dunia hanya tertuju kepada hutan negara berkembang yang dijadikan tumpuan menyerap karbon buangan negara maju. Kerusakan hutan di negara berkembang, termasuk Indonesia, dipaksa ikut mempertanggungjawabkan meningkatnya pemanasan global.

Harus diakui bahwa Indonesia memang sempat mengalami deforestasi yang cukup besar. Terjadi deforestasi seluas 300.000 hektar per tahun (1970-an), meningkat menjadi 600.000 hektar per tahun (1981), dan menjadi 1 juta hektar per tahun pada tahun 1990. Data deforestasi nasional tahun 1985-1997, tidak termasuk Papua, tercatat seluas rata-rata 1,6 juta hektar per tahun.

Dari hasil pengamatan citra landsat tahun 2000 diketahui bahwa deforestasi periode 1997-2000 mencapai rata-rata 2,83 juta hektar per tahun untuk lima pulau besar, termasuk Maluku dan Papua. Berdasarkan data terbaru, deforestasi tahun 2001-2003 turun menjadi di bawah 1,5 juta hektar per tahun.

Perkembangan tutupan hutan khususnya di Pulau Jawa, baik di kawasan hutan negara maupun yang dilakukan rakyat di tanah milik, justru menggembirakan. Dari kawasan hutan seluas 2,426 juta hektar Pulau Jawa-Madura yang dikuasakan kepada Perum Perhutani, antara tahun 2000 dan tahun 2003 terjadi peningkatan luas tutupan hutannya.

Di kawasan hutan terjadi peningkatan tutupan hutan sebesar 2,2 persen atau seluas 69.520 hektar. Peningkatan itu di antaranya di kawasan hutan lindung meningkat 0,5 persen dan di hutan produksi sebesar 1,6 persen. Di lahan masyarakat terjadi peningkatan luas lahan berhutan sebesar 3,2 persen atau seluas 328.806 hektar. Hal ini menunjukkan perkembangan hutan rakyat yang cukup pesat selama kurun waktu tersebut.

Pencanganan Perhutani Hijau 2010 oleh Perum Perhutani pun berdampak besar. Dengan hanya menebang tidak lebih dari 6.000 hektar, Perum Perhutani menanam sekitar 121.000 hektar pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 akan dilakukan penanaman seluas 201.500 hektar. Sebelum tahun 2010, kawasan hutan Jawa yang dikelola Perum Perhutani akan bebas tanah kosong.

Kenaikan suhu udara

Emisi karbon sampai dengan tahun 2000-an yang meningkat menjadi sekitar 6,5 miliar ton hanya dalam waktu setengah abad menyebabkan kenaikan suhu rata-rata dunia sekitar 0,13 derajat Celsius setiap dekade. Akibat lain dari perubahan iklim adalah terjadinya pencairan es di kutub yang menciutkan lautan es Artik seluas 2,7 persen per dekade, meningkatnya tinggi muka air laut 0,5 milimeter per tahun, dan badai yang sering kali kita rasakan.

Negara maju, khususnya Amerika Serikat, telah menyumbang 24 persen emisi global, diikuti China 14 persen, Rusia 6 persen, dan negara industri raksasa Jepang serta India menyumbang 5 persen. Meskipun tiga perempat (75 persen) dari emisi karbon disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi hutan terutama disebabkan oleh penebangan yang berlebihan, kebakaran hutan, dan perubahan fungsi lahan hutan tetap dianggap memperparah terjadinya emisi karbon dunia.

Protokol Kyoto yang dilahirkan tahun 1997 menyepakati adanya enam senyawa GRK telah diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2004. Negara ekonomi maju yang masuk dalam daftar lampiran 1 dan lampiran B, menurut Konvensi Perubahan Iklim tahun 1990, berkewajiban mengurangi emisi GRK sampai angka tertentu sampai tahun 2012 serta membantu negara kehutanan di luar lampiran itu untuk membiayai/melaksanakan proyek yang akan menurunkan efek GRK.

Negara maju penghasil emisi karbon terbesar berkewajiban memberikan kompensasi atas upaya penyelamatan hutan di negara berkembang dengan mekanisme pola clean development mechanism (CDM).

Indonesia sendiri sebagai negara kelima terbesar yang berpotensi melakukan 10 persen suplai carbon credit dunia diperkirakan memiliki potensi CDM di sektor energi sebesar 25 juta ton CO2 dengan harga 1,83 dollar AS per ton. Adapun dari kegiatan penghijauan dan reboisasi seluas 32,5 juta hektar, Indonesia akan mampu menyerap 5,5 gigaton CO2 dan paling tidak separuhnya memenuhi syarat dijadikan proyek CDM. Konon Indonesia berpotensi menyerap dana sekurang-kurangnya 500 juta dollar AS dari kegiatan proyek CDM tersebut.

Selain CDM, mekanisme fleksibel dalam rangka mencegah dan mengurangi emisi karbon dunia adalah melalui kegiatan joint implementation (JI) dan emission trading (ET) yang juga dapat menarik aliran dana negara industri untuk berpartisipasi. Indonesia sendiri sedang mengincar dana CDM 370 juta dollar AS tahun 2007 (Kompas, 13/9).

Sayangnya, sampai dengan Maret 2005 negara industri besar Amerika Serikat bahkan belum berkehendak meratifikasi Protokol Kyoto, diikuti Australia, Turki, dan Monako. Maka meskipun masih sulit berharap, paling tidak dalam pertemuan APEC baru-baru ini Amerika Serikat dan Australia telah tergerak menyumbangkan "uang kecilnya" untuk membantu penyelamatan hutan Indonesia.

COP Ke-13 di Bali

Kesadaran dunia akan perlunya kolaborasi menghadapi peningkatan emisi karbon diwujudkan dalam Conference of Parties Ke-13 United Nations Framework Convention on Climate Change (COP Ke-13 UNFCCC) tanggal 3-14 Desember 2007 di Denpasar, Bali. Indonesia akan menampilkan upaya perbaikan hutan yang telah dilakukan di lahan Perum Perhutani di Banyuwangi. Dalam berbagai agenda acara yang akan digelar di antara sepuluh ribuan peserta dari 189 negara tersebut adalah sah apabila Indonesia dan negara berkembang juga menuntut negara maju untuk mengendurkan fokus tekanannya yang selama ini dilakukan terhadap kegiatan eksploitasi hutan.

Selayaknya negara maju lebih memahami potensi dirinya sebagai penyumbang utama rusaknya iklim dunia, dan meningkatkan bantuannya bagi pengembangan penghijauan hutan dan lahan. Kerusakan hutan jangan semakin dibebani dengan ancaman terhambatnya ekspor perdagangan hasil-hasil hutan yang akan berakibat semakin menurunnya kemampuan ekonomi negara berkembang untuk memperbaiki hutannya.

Sumber : www.kompas.com

Hutan dan Mafaatnya

HUTAN

Hutan adalah suatu wilayah luas yang ditumbuhi pepohonan, termasuk juga tanaman kecil lainnya seperti, lumut, semak belukar, dan bunga liar. Ditambah dengan beberapa jenis burung, serangga, dan binatang lainnya yang menghuni hutan tersebut. Berjuta-juta makhluk hidup yang hanya dapat dilihat dibawah microskop juga menghuni hutan.

Iklim, kesuburan tanah, dan air menentukan jenis-jenis tumbuhan dan binatang yang dapat hidup di dalam hutan tersebut. Mahkluk hidup dengan alam sekitar bersama-sama membentuk ekosistem. Suatu ekosistem terdiri dari mahkluk hidup dan benda mati dalam suatu wilayah tertentu yang saling berhubungan satu sama lain.

Ekosistem hutan adalah sangat kompleks, pohon-pohon dan tanaman hijau lainnya membutuhkan sinar matahari untuk memproses makanan yang diambil dari udara, air dan mineral dari dalam tanah. Tanaman memberi makan pada beberapa binatang tertentu. Binatang pemakan tumbuhan ini dimakan oleh binatang pemangsa daging. Tanaman dan binatang yang mati diurai oleh bakteri dan organisme lainnya seperti protosoa dan jamur. Proses ini mengembalikan mineral ke dalam tanah, yang dapat digunakan lagi oleh tumbuhan untuk ber-fotosintesis.

Meskipun berbagai mahkluk hidup secara sendiri-sendiri telah mati, hutan itu sendiri tetap hidup. Jika hutan dikelola secara bijaksana dapat menghasilkan kayu dan berbagai hasil hutan lainnya secara kontinyu.

Sebelum orang membuka hutan untuk pertanian dan perkotaan, 60 persen daratan adalah berupa hutan. Namun kini hanya tinggal sekitar 30 persen daratan yang masih tertutup hutan. Hutan di satu tempat berbeda dengan tempat lainnya. Misal hutan di lereng gunung Gede berbeda dengan hutan di lereng gunung Semeru.

MANFAAT HUTAN

Hutan sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia jaman dahulu mencari makan dengan cara berburu dan mengumpulkan tanaman liar di hutan. Beberapa orang masih tinggal dan hidup di dalam hutan, menjadi bagian alami dari hutan. Meskipun manusia telah membangun pemukiman pedesaan atau perkotaan tetapi masih sering memasuki hutan untuk berburu atau mencari kayu.

Sekarang ini orang lebih memperhatikan hutan dibanding sebelumnya terutama karena faktor : manfaat ekonomi, manfaat bagi lingkungan, dan manfaat hiburan.

Manfaat ekonomi
Hutan menghasilkan beberapa produk. Kayu gelondongan dapat diolah menjadi kayu, kayu lapis, bantalan kereta api, papan, kertas. Rotan dapat digunakan untuk furniture. Hutan dapat juga menghasilkan minyak dan berbagai produk lainnya, latex dapat digunakan untuk membuat karet, terpentin, berbagai jenis lemak, getah, minyak, dan lilin. Bagi masyarakat pedalaman binatang dan tanaman hutan menjadi sumber makanan pokok mereka.
Tidak seperti sumber alam lainnya misal batubara, minyak, dan tambang mineral, sumber alam yang berasal dari hutan dapat tumbuh kembali, sejauh manusia dapat memperhitungkan pengelolaannya.

Manfaat lingkungan
Hutan membantu konservasi dan memperbaiki lingkungan hidup dalam berbagai bentuk. Misalnya hutan membantu menahan air hujan, sehingga mencegah tanah longsor dan banjir, air hujan diserap menjadi air tanah yang muncul menjadi mata air bersih yang mengalir membentuk sungai, danau, dan untuk air sumur.

Tumbuhan hijau membantu memperbaiki lapisan atmosfir menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup dan mengambil karbon dioksida dari udara. Jika tumbuhan hijau tidak menghasilkan oksigen lagi, maka hampir semua kehidupan akan berhenti. Jika karbon dioksida bertambah banyak di atmosfer hal ini dapat merubah iklim di bumi secara drastis.

Hutan menjadi tempat tinggal beberapa jenis tanaman dan binatang tertentu yang tidak bisa hidup di tempat lainnya. Tanpa hutan berbagai tumbuhan dan hewan langka akan musnah.

Manfaat hiburan
Keindahan alam dan kedamaian di dalam hutan dapat menjadi hiburan yang sangat luar biasa dan langka. Mengamati burung atau hewan langka menjadi kegiatan yang sangat menarik. Beberapa hutan dapat dimanfaatkan untuk berkemah, hiking dan berburu. Banyak juga yang hanya menikmati suasana dan bersantai di keheningan yang menyertai keindahan alam.

TIPE HUTAN PEGUNUNGAN

Hutan pegungan dibagi menjadi empat tipe:
1. Hutan dataran rendah pada ketinggian 0 - 1.200m
2. Hutan pegunungan bawah pada ketinggian 1.200 - 1.800m
3. Hutan pegunungan atas pada ketinggian 1.800 - 3.000m
4. Hutan subalpin pada ketinggian di atas 3.000m

JENIS - JENIS HUTAN

Banyak ilmuwan yang mengelompokkan hutan berdasarkan variasi sistem ekologi. Hutan dengan iklim, tanah dan kelembaban yang mirip dikelompokkan menjadi 6 kelompok:
1. tropical rain forests
2. tropical seasonal forest
3. temperate deciduous forest
4. temperate evergreen forest
5. boreal forest
6. savanna

Hutan hujan tropis tumbuh di dekat garis equator, dimana iklim sepanjang tahun hangat dan basah. Sebagian besar hutan ini tumbuh di lembah sungai Amazon, lembah sungai Kongo, dan di wilayah Asia Tenggara.

Dari ke enam kelompok jenis hutan, hutan hujan tropis paling banyak memiliki keragaman pohon, sekitar 100 species bisa tumbuh pada wilayah seluas 2,6 Km2. Sebagian besar pohon berdaun lebar dan selalu hijau sepanjang tahun, terdapat juga pohon palm dan paku-pakuan. Kebanyakan hutan pohonnya membentuk tiga lapisan selubung (canopy). Canopy paling atas dapat mencapai ketinggian 46 meter, tumbuhan yang melebihi canopy di sebut emergent. Tumbuhan understory membentuk lapisan selubung ke dua.

Lapisan semak belukar dan tumbuhan herbal sangat tipis karena sinar matahari terhalang oleh lapisan canopy. Seringkali beberapa tanaman merambat dan menumpang lainnya menempel di cabang-cabang pohon lapisan canopy, sehingga dapat menyerap sinar matahari secara penuh.

Sebagian besar binatang hutan hujan tropis juga hidup pada lapisan canopy, dimana mereka dapat menemukan makanan yang sangat berlimpah. Binatang yang termasuk diantaranya adalah makhluk terbang dan memanjat seperti kelelawar, berbagai jenis burung, serangga, kadal, tikus, monyet, tupai, kungkang dan ular.

Tropical seasonal forest , tumbuh di wilayah tertentu di daerah beriklim tropis dan sub tropis. Wilayah ini memiliki musim panas dan musim hujan bergantian setiap tahunnya, atau iklim yang agak lebih dingin dibanding hutan hujan tropis. Daerah ini meliputi Amerika tengah, Amerika selatan bagian tengah, selatan Afrika, India, timur Cina, Australia utara, dan kepulauan di pasifik termasuk Indonesia.

Hutan musim memiliki banyak keragaman pohon, meskipun tidak sebanyak hutan hujan tropis. Terdapat juga beberapa tanaman rambat dan tumpang. Beberapa pohon berguguran dan tumbuh kembali, terutama di daerah yang memiliki perbedaan yang sangat jelas antara musim panas dan musim hujan

Lapisan canopy bisa mencapai ketinggian 30 meter. Satu lapisan understory tumbuh dibawah canopy. Bambu dan palem memenuhi lapisan semak, dan lapisan tebal tumbuhan herbal menempel di tanah. Binatang yang tinggal menyerupai, mereka yang hidup di hutan hujan tropis.

Hutan luruh iklim sedang tumbuh di sebelah timur Amerika utara, eropa barat dan asia timur. Wilayah ini memiliki musim panas dan musim dingin. Lapisan canopy mencapai ketinggian 30 meter, dua jenis pohon atau lebih mendominasi lapisan canopy, yang berguguran daunnya di musim gugur. Lapisan tengah dan semak mungkin agak tebal. Juga dihuni binatang besar seperti beruang, rusa, dan serigala. Ada juga ratusan binatang menyusui yang lebih kecil dan burung.

Savana adalah suatu daerah yang memiliki pohon dengan jarak luas. Beberapa padang rumput pohon tumbuh dalam satu gerombolan, ada juga yang tumbuh menyendiri. Sebagian besar tanah ditumbuhi oleh semak dan tumbuhan herbal, terutama rumput, sehingga savana disamakan dengan padang rumput. Savana terutama ditemukan diwilayah yang memiliki sedikit curah hujan, tanah yang tidak subur, sering timbul kebakaran, atau hal lain yang menghambat tumbuhnya pohon. Binatang yang hidup di padang rumput diantaranya,kijang ,banteng, jerapah, singa, macan dan zebra.

Pada jaman dahulu hampir seluruh Jawa pernah ditutupi oleh berbagai bentuk hutan dengan tipe yang ditentukan oleh ketinggian, musim , dan jenis tanah. Manusia menghuni Jawa sedikitnya 1 juta tahun yang lalu. Pengaruh terhadap hutan dimulai setelah mereka menemukan alat-alat potong dan api.

Kehilangan sebagian besar hutan alam yang pertama terjadi sekitar tahun 200-400M, setelah kayu jati diperkenalkan. Menurut naskah kuno menjelang tahun 1000 sudah terdapat 1,5 juta ha hutan jati. Sekitar tahun 900 M terdapat jabatan "Tuan Pemburu" yang diyakini pula berkaitan dengan kegiatan kehutanan.

Pada masa candi Hindu-Budha dibangun di Jawa Tengah cukup banyak hutan berharga di dataran aluvial daerah pantai yang ditebang. Gunung-gunung di daki oleh para peziarah hindu dan ada anggapan bahwa klimaks kebakaran hutan cemara gunung Casuaarina junghuhniana yang mengitari hampir seluruh gunung di Jawa Timur, mungkin bermula dari api yang secara tidak sengaja dinyalakan oleh para peziarah berabad-abad yang lalu. Babad tanah jawa adalah sebuah naskah kuno yang menceritakan pembukaan hutan-hutan di jawa untuk keperluan perluasan pemukiman dan kerajaan.

Selama penjajahan Belanda, memaksa para petani menanam tanaman ekspor (cengkeh , gula, kopi, teh) diantara tanaman pangan yang ditanam di atas tanah milik bersama (umumnya hutan). Hingga pertengahan abad yang lalu dataran tinggi pengalengan di antara Gn.Malabar, Gn.Tilu, Gn.Wayang masih memiliki hutan, sampai pada saat daerah-daerah yang lebih datar dibuka untuk perkebunan kopi dan teh.

Beberapa gunung benar-benar gundul tidak berhutan mulai dari kaki gunung sampai ke puncaknya misalnya Gn.Merbabu, Sumbing, Sindoro. Antara tahun 1898 dan 1937 telah terjadi kehilangan hutan alam seluas 22.000 km2, terutama untuk pembangunan rel kereta api yang sangat panjang.

Sumber : http://id.merbabu.com

Profil LMDH Sumber Makmur


Profil Lembaga -

Kongres dan pelatihan




Sosialisasi PHBM kepada masyarakat






Proses persiapan penanaman


















English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Arsip

Ucapan Terima Kasih

Kehadiran LMDH Sumber Makmur Desa Sumberanyar sebagai lembaga yang mengakar di masyarakat dan mengambil peran sebagai mitra Perum Perhutani dalam melaksanakan program PHBM di desa se wilayah kerja RPH Sumberejo, selama kurang lebih 4 tahun terakhir telah melaksanakan kegiatan konkret dan sedikit banyak telah memberikan kontribusi nyata terhadap kelangsungan pelestarian hutan dan peningkatan kwalitas hidup masyarakat desa. Karenanya kami tak bosan-bosannya mengucapkan puji syukur alhamdulillah, atas segala bentuk pertolongan-Nya kepada kami, sehingga walaupun dengan multi keterbatasan yang kami miliki, kami masih tetap eksis melaksanakan kegiatan yang sudah terncana. Selanjutnya, kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pejabat Perum Perhutani KPH Banyuwangi Utara yang sejak awal pendirian LMDH Sumber Makmur sampai sekarang tak henti-hentinya memberikan dukungan moral, pendampingan, dan pembinaan yang sangat intensif kepada kami, sehingga kami mampu melakukan dinamisasi kegiatan kelembagaan seperti sekarang ini. Ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada : Bapak Ir. Sriyono (Mantan ADM Perum Perhutani KPH Banyuwangi Utara) Bapak Asep Syaifuddin, S.Hut.(Ketua Tim Sukses PHBM KPH Banyuwangi Utara) Bapak Kelik, S.Hut. (Kasi PSDH KPH Banyuwangi Utara) Bapak Agus (Kaur Tanaman KPH Banyuwangi Utara) Bapak Ir. Ririt SB (mantan KSS PHBM tahun 2007) Bapak Misadi (KSS PHBM) beserta seluruh staf Bapak Nurhasan (Mantan Humas KPH Banyuwangi Utara) Bapak Koesman (Asper BKPH Asembagus) Bapak Kadir (Mantan KRPH Sumberejo) Dan seluruh pejabat lainnya yang namanya tak tidak dapat kami sebutkan di sini

Buku Tamu



Jadwal Shalat

 

Peta Kecamatan Banyuputih